Islam Agama Ramah Perempuan: Pembelaan Kiai Pesantren

Rp 90.000 30%
Rp. 63.000

Orang-orang pesantren sudah telanjur terdoktrin bahwa posisi perempuan harus berada di bawah posisi laki-laki, karena secara “kodrat”, laki-laki diberikan sesuatu yang lebih daripada perempuan. Urusan perempuan dibatasi hanya di ruang domestik (dapur, sumur, dan kasur), dan tidak boleh aktif di ruang publik, karena dikhawatirkan menyebabkan fitnah. Istri wajib tunduk kepada suami, bahkan jika manusia boleh menyembah manusia, istri wajib menyembah suaminya. Aturan ini “given”, tak bisa diubah, karena telah difatwakan oleh para ulama, baik salaf maupun khalaf, di kitab-kitab kuning yang memang menjadi pegangan orang-orang pesantren.

Pertanyaannya, sebegitukah Tuhan “memperlakukan” kaum perempuan? Apakah Tuhan tidak suka mereka menjadi apa saja yang berguna bagi masyarakatnya? Tidak. Sebab, realitas mutakhir menunjukkan bahwa banyak perempuan yang jadi presiden, menteri, ulama, pejuang, bahkan tidak sedikit putra-putra kiai yang jadi tokoh publik dan kuliah ke luar negeri tanpa bersama mahram. Lantas, bagaimanakah menghadapi realitas demikian? KH. Husein Muhammad memberikan jawabannya di buku ini. Menurut kiai feminis ini, kita harus membuat tafsir baru terhadap al-Qur’an dan hadits, fiqh baru, fiqh emansipatoris, fiqhul aman, karena produk-produk fiqh klasik sudah “basi” untuk dinamika masyarakat kontemporer yang sedang mengalami globalisasi.

Rincian buku:

Penulis : KH. Husein Muhammad
Penerbit : Ircisod
Tahun terbit : 2020
ISBN : 9786236699195
Halaman : 396

Buku Terkait


Robin Le Poidevin
Rp 58.000 30%
Rp 40.600

Faruq Juwaidah
Rp 50.000 30%
Rp 35.000

George Eliot
Rp 50.000 30%
Rp 35.000

Dr. Marzuki, M.Ag., Sun Choirol Ummah, S.Ag., M.S.I.
Rp 75.000 30%
Rp 52.500

Margaret Walters
Rp 60.000 30%
Rp 42.000

Kang Maman
Rp 55.000 30%
Rp 38.500