Karya Imam al-Ghazali ini merupakan panduan untuk mendekati al-Qur'an secara lebih dalam, melampaui bacaan yang sekadar tekstual. Al-Qur'an dipahami sebagai samudra yang menyimpan mutiara makrifat dan permata amal, dengan tiga poros utama: mengenal Allah, memahami akhirat, dan menapaki jalan yang lurus. Manfaatnya terletak pada kejernihan cara pandang dan keteguhan arah batin. Di dalamnya, Imam al-Ghazali membedakan ilmu cangkang dan ilmu mutiara agar pembaca mampu mengenali inti dan lapisan luar wahyu. Keutamaan al-Fatihah, Ayat Kursi, dan al-Ikhlas dijelaskan sebagai penanda kedalaman makna al-Qur'an, sementara simbol seperti belerang merah, minyak kesturi, dan kayu gaharu memperlihatkan daya ilmu yang menyentuh jiwa. Pembedaan ini membantu pembaca membaca al-Qur'an dengan lebih jernih, tertib, dan mendalam. Melalui uraian tersebut, buku ini menuntun jiwa agar tidak terjebak pada pembacaan yang sempit atau materialistis. Ia meneguhkan akidah, menyejukkan batin, dan mengarahkan ilmu menjadi cahaya yang membentuk makrifat serta akhlak. Dengan begitu, al-Qur'an hadir sebagai sumber petunjuk yang hidup dan menenangkan.
| Penulis | : | Imam al-Ghazali |
|---|---|---|
| Penerbit | : | DIVA Press |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 480 |