Dalam tradisi Bugis-Makassar, Islam tidak datang sebagai doktrin, tapi sebagai suluh yang menyala dari hati ke hati. Ia tidak hanya diwariskan lewat kitab, tapi juga lewat napas kehidupan. Oleh sebab itu, Islam di Sulawesi sudah menjadi etika hidup yang menyusup dalam tutur, dalam adat, dalam arsitektur rumah, bahkan dalam cara orang makan dan menanam. Demikian, di setiap kampung, selalu ada yang dipanggil ustaz, gurutta, anregurutta, atau sekadar puang. Namun, di antara begitu banyak cahaya itu, ada empat yang memancar lebih terang. Bukan karena mereka lebih alim dari yang lain, tapi karena mereka adalah simpul dari arah sejarah. Mereka menjadi pertanda bahwa di tiap generasi selalu ada yang menjaga nyala. Mereka, empat tokoh yang dikisahkan dalam buku ini, adalah Syekh Yusuf al-Makassari, AGH. As’ad al-Bugisi, AGH. Abdurrahman Ambo Dalle, dan AGH. Sanusi Baco. Dengan gaya tulis yang runtut dan kaya sumber, buku ini mendedahkan kisah hidup, ajaran, dan perjuangan dari empat simpul ulama itu dengan detail-detail yang menarik.
Penulis | : | Muhammad Aswar |
---|---|---|
Penerbit | : | IRCiSoD |
Tahun terbit | : | 2025 |
ISBN | : | - |
Halaman | : | 180 |