Sains adalah mesin perubahan yang tak kenal ampun, dan terus maju karena ilmuwan membuang dogma lama demi bukti baru. Sebaliknya, pemahaman agama tradisional terperangkap dalam penjara interpretasi teks yang telah usang, sehingga menciptakan jurang stagnasi yang begitu curam. Inilah dikotomi yang ditantang habis-habisan oleh Yahya Muhammad dalam eksplorasi metodologisnya di buku ini. Penulis menelanjangi kedua domain tersebut dengan memetakan struktur sains modern—dari era Newton hingga teori dawai kontemporer—berdasarkan asumsi metafisik mereka yang sering tersembunyi. Secara bersamaan, ia mengklasifikasikan sistem keagamaan yang cenderung bergerak secara sirkular dan terikat tradisi. Yang paling mengguncang adalah penemuan korespondensi tak terhindarkan: metode interpretasi agama (ta'wil) ternyata hanyalah cerminan dari prinsip sains fundamental seperti saving the phenomena. Inilah deklarasi perang terhadap pemisahan palsu antara studi alam dan studi teks. Yahya Muhammad mendesak sintesis melalui metodologi revolusioner yang ia sebut 'Ilm al-Thariqah. Inilah cetak biru untuk memaksa penjelasan alam dan penafsiran teks agar berdialog secara koheren.
| Penulis | : | Yahya Muhammad |
|---|---|---|
| Penerbit | : | IRCiSoD |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 606 |