Nabi Mempermudah, Kita Mempersulit

Rp 85.000 20%
Rp. 68.000

Mengapa kita kok seolah gemar mempersulit diri dan orang lain dalam berbagai urusan, utamanya urusan agama? Mengapa kita membuat standar-standar tinggi yang sulit untuk dilakukan secara istiqamah?

Belakangan ini, banyak orang yang terlalu bersemangat dalam beragama, menerapkan standar bahwa beragama itu harus kaffah, sehingga dengan gampangnya mereka menghakimi orang lain dengan kafir, sesat, dan bid’ah. Betapa beratnya agama versi mereka. Padahal, agama (ibadah) pada dasarnya “mudah”. Tujuan agama sejatinya adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Namun, bagaimanakah jadinya jika agama justru membuat orang jera? Ibnu Mas’ud Ra. menerangkan bahwa seumur hidup ia tidak pernah menemui Nabi Saw marah lebih daripada ketika mengetahui ada seorang sahabat tidak ikut jamaah Subuh gara-gara imamnya memanjangkan bacaan suratnya. “Wahai manusia, sesungguhnya di antara kalian ada orang-orang yang menyebabkan orang lain lari,” demikian sabda Nabi Saw. Hadits ini menunjukkan bahwa agama semestinya membuat orang lain nyaman, bukan justru jengah, lalu lari dari agama.

Rincian buku:

Penulis : K.H. Husein Muhammad
Penerbit : IRCiSoD
Tahun terbit : 2024
ISBN : 978-623-8108-56-5
Halaman : 336

Buku Terkait


Jingga Gemilang
Rp 70.000 25%
Rp 52.500

Mua'rif
Rp 70.000 20%
Rp 56.000

Prof. Dr. Abu Yasid, M.A.,LL.M., dkk
Rp 80.000 25%
Rp 60.000

Agoes Noer Che
Rp 45.000 20%
Rp 36.000

Amin Maghfuri
Rp 64.000 20%
Rp 51.200

Arum Faiza
Rp 65.000 20%
Rp 52.000