Paradigma Teoantroposentris Hukum Islam

Rp 68.000
Rp. 54.400

Metodologi neomodernisme tafsir Fazlur Rahman bisa dikatakan sebagai eksemplar tafsir al-Quran yang tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat kontemporer. Karena itu, metodologinya terus dikembangkan dan diapresiasi oleh gerenasi setelahnya, utamanya oleh Abdullah Saeed dengan tafsir kontekstualnya. Spirit tafsir ini kemudian menjalar ke buku yang ada di depan sidang pembaca ini. Selamat membaca pemikiran-pemikiran bernas dalam buku ini! - Dr. Aksin Wijaya, Direktur Pascasarjana IAIN Ponorogo. * * * Fragmentasi dan diferensiasi ilmu-ilmu keislaman, khususnya teologi dan hukum Islam, terus mengemuka hari ini. Dampaknya, hukum Islam mengalami krisis epistemologis dan paradigmatis. Hukum Islam dipahami secara normatif belaka, dijauhkan dari moralitas, dan tercerabut dari realitas kehidupan. Problem ini berbanding lurus dengan merunyaknya fenomena keberagamaan yang mengarah pada puritanisme dan radikalisme di Indonesia. Seyogianya, sangat dibutuhkan gerakan reorientasi paradigmatis penalaran hukum Islam dari teosentris dan antroposentris ke teoantroposentris. Paradigma ini dimaksudkan untuk mengintegrasikan wahyu dan akal, agama dan kehidupan, serta norma dan nomos. Kerangka paradigmatis inilah yang kelak mesti menjadi basis pengembangan dan rekayasa hukum Islam masa depan.

Rincian buku:

Penulis : Dr. Abid Rohmanu, M.H.I
Penerbit : Ircisod
Tahun terbit : 2019
ISBN : 978-602-7696-71-6
Halaman : 296

Buku Terkait


K.H. Afifuddin Muhajir
Rp 65.000
Rp 48.750

Dr. Abid Rohmanu, M.H.I
Rp 68.000
Rp 54.400

Faqihuddin Abdul Kodir
Rp 150.000
Rp 120.000

Prof. Dr. H. Faisal Ismail, M.A
Rp 90.000
Rp 72.000

Dr. Aksin Wijaya
Rp 85.000
Rp 68.000

Dr. Zaprulkhan, S. Sos. I, M., S.SI
Rp 90.000
Rp 72.000