Apa yang sebenarnya terjadi di balik ruang kelas, kurikulum, dan kebijakan pendidikan? Pertanyaan ini membuka pembahasan tentang pendidikan sebagai bagian dari kehidupan sosial yang luas, bukan sekadar urusan sekolah, guru, murid, dan pelajaran. Di dalamnya, pendidikan berkaitan dengan nilai, kelas sosial, kekuasaan, kebijakan, dan perubahan masyarakat. Dari ruang kelas yang tampak sederhana, tersimpan banyak cerita tentang harapan, persaingan, kesempatan, dan ketimpangan. Pemikiran Durkheim, Spencer, Marx, Weber, Parsons, Bernstein, Dreeben, hingga Bourdieu digunakan untuk melihat sekolah dari banyak sisi. Sekolah bisa menjadi tempat pembentukan moral, penyesuaian diri, dan jalan menuju mobilitas sosial, tetapi juga dapat menjadi ruang persaingan, ketimpangan, serta reproduksi kelas sosial. Selanjutnya, pembahasan pun bergerak ke persoalan pendidikan Indonesia hari ini: Kurikulum Merdeka, Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, pendidikan publik, hingga akses dan kesempatan belajar. Isu-isu ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak pernah lepas dari pilihan kebijakan, kepentingan sosial, dan bayangan tentang masa depan masyarakat. Dari sini, pendidikan tampak sebagai ruang yang terus berubah, diperdebatkan, dan selalu perlu dibaca ulang dengan lebih jernih.
| Penulis | : | Bernando J. Sujibto & Alkautsar Holzian Akbar |
|---|---|---|
| Penerbit | : | IRCiSoD |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 316 |