Banyak orang tua memulai perjalanan pengasuhan dengan niat sederhana: ingin memberikan yang terbaik bagi anak. Namun, di tengah tuntutan dan ritme hidup yang serba cepat, anak usia dini kerap dilihat dari apa yang seharusnya sudah bisa ia capai, bukan dari proses tumbuh yang sedang ia jalani. Pendekatan Montessori menawarkan cara pandang yang lebih pelan dan jernih, dengan menempatkan anak sebagai individu yang sedang membangun dirinya sendiri melalui pengalaman sehari-hari. Tulisan-tulisan di dalamnya disusun dari pengalaman langsung penulis dalam menjalankan pengasuhan anak. Pengasuhan dipahami sebagai praktik yang hidup, bukan teori di atas kertas. Kebutuhan dasar anak—kasih sayang, rasa aman, lingkungan yang baik, dan stimulasi pancaindra—diterjemahkan ke dalam sikap dan keputusan sehari-hari orang dewasa. Montessori hadir sebagai kerangka berpikir yang realistis dan bisa dijalankan di rumah, selaras dengan dinamika keluarga. Rumah dipandang sebagai sekolah pertama dengan contoh-contoh praktik kegiatan sesuai lima area Montessori: kehidupan praktis, sensorik, bahasa, matematika, dan budaya. Rutinitas harian disajikan sebagai pijakan yang memberi rasa aman, sementara observasi perkembangan anak digunakan sebagai alat utama untuk memahami kebutuhan dan kesiapan anak, bukan untuk membandingkan atau memberi label. Pendekatan ini mengajak orang tua untuk lebih peka, lebih percaya, dan lebih sadar bahwa proses tumbuh anak berlangsung melalui kehidupan yang dijalani bersama setiap hari.
| Penulis | : | Devy Kartikasari |
|---|---|---|
| Penerbit | : | DIVA Press |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 256 |