Menyelami kitab ini ibarat mengarungi samudra dzikir yang sarat hikmah, dipandu oleh guru ruhani yang arif. Syekh Ibnu Atha’illah mengajak kita kembali ke hakikat keimanan melalui refleksi mendalam atas kalimat tauhid, l? il?ha illall?h—kunci pembuka keberuntungan sejati yang memadukan akal dan nurani. Dengan analisis teologis dan kebijaksanaan bahasa, ia menghubungkan logika dan jiwa, menanamkan makna tauhid yang mendalam, seraya meruntuhkan tirai ilusi dalam hati. Tauhid bukan sekadar teori, melainkan pengalaman ruhani yang menuntun hidup. Lebih jauh, ia memandu pembaca dari perenungan tauhid menuju cahaya jiwa. Dzikir dihidupkan bukan hanya sebagai lafazh, tetapi sebagai sinar yang menerangi batin, mengalir tanpa henti seperti ombak yang terus bergulung. Dzikir menjadi denyut setiap momen kehidupan, mendampingi langkah dalam suka dan duka, pagi hingga malam, dari tempat suci hingga hiruk-pikuk keseharian. Ia menjadikan waktu sebagai cermin kehadiran Ilahi di setiap sudut kehidupan. Kitab ini bukan sekadar panduan dzikir, melainkan peta perjalanan menuju kedamaian dunia dan akhirat. Di dalamnya terkandung pesan tajam: kebahagiaan ada dalam kesederhanaan amalan yang dijalani dengan ikhlas dan konsisten. Seperti aliran air yang tiada henti, dzikir mengisi hari dengan makna di tengah bising kehidupan.
| Penulis | : | Ibnu Atha’illah as-Sakandari |
|---|---|---|
| Penerbit | : | DIVA Press |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 378 |