Buku ini mencukupkan diri pada teks pidato habermas "Modernity: an Incomplete Project" yang disampaikannya di Frankfrunt, di hadapan para warga kota, pada penerimaan Adorno Prize. Anehkah bila akhirnya saya tak akan menyatakan buku ini termasuk buku kunci abad ke-21 tentang Habernas dan modernitas bagi publik pembaca di Indonesia , tapi cukup hanya menyebut sebuah bacaan renyah dan jitu (karena ditulis dengan sedikit tergesa-gesa) mengenai persoalan yang akbar, berat, dan gila? Sayangnya, saya juga tidak bisa menampik, sulit menolak bahwa buku ini, ikhtiar satu ini (meski tentu dengan kekurangannya) layak dihargai dan mendapat atensi serta empati yang dalam, perlu dibaca oleh mereka (kaum arif, para teolog, budayawan, kritikus sastra dan seni, teoritisi sosial, atau siapa pun) yang ingin memberi makna lebih pada modernitas kita, pada tindakan komunikatif yang tak lekas patah arang.
Penulis | : | Irfan Afifi |
---|---|---|
Penerbit | : | Ircisod |
Tahun terbit | : | 2019 |
ISBN | : | 978-602-7696-93-8 |
Halaman | : | 200 |