Syaikh Abu Yazid al-Busthami, yang dijuluki sebagai “Raja Para Sufi”, merupakan tokoh sentral yang memperkenalkan konsep ittihad. Maqam ini adalah tingkatan puncak setelah seorang sufi mengalami fana’ dan baqa’. Dalam kondisi mabuk spiritual (sukr), ia sering melontarkan kalimat syathahat, seperti “Subhani (Mahasuci Aku)”, karena batas antara diri dan Sang Pencipta telah lenyap. Pencapaian ini bukan tanpa dasar. Ia membangun fondasi kewaliannya di atas tiga pilar utama: mujahadah selama 30 tahun dengan disiplin keras, kepatuhan mutlak pada syariat, dan meneladani kehidupan Nabi Muhammad Saw., serta bakti yang luar biasa kepada ibundanya. Perpaduan antara disiplin lahiriah dan kedalaman batin inilah yang mengantarkannya pada puncak makrifat. Buku ini menguraikan biografi “lahiriah” dan “batiniah” Abu Yazid. Biografi “lahiriah” menyajikan perjalanan hidupnya dari lahir hingga wafat. Sementara itu, biografi “batiniah” memotret perjalanan ruhaninya, mulai dari disiplin meraih maqam “muslim baru”, pengalaman mi’raj-nya, hingga menjadi Raja Para Sufi. Buku ini juga mengulas pokok-pokok mazhab tarekatnya yang disebut oleh Syaikh Al-Hujwiri sebagai “Thaifuriyah”. Sebagai pelengkap, disajikan pula kisah-kisah hikmah dan anekdot untuk memperdalam pemahaman kita mengenai fenomena kesufian Abu Yazid.
| Penulis | : | Muhammad Ali Fakih |
|---|---|---|
| Penerbit | : | DIVA Press |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 162 |