Sangat sulit menemukan sumber yang memuat riwayat hidup Imam al-Bushiri secara utuh dan terperinci. Informasi tentang kehidupannya lebih banyak terserak dalam fragmen-fragmen kecil yang tidak selalu saling melengkapi. Keadaan ini terasa kontras dengan kemasyhuran Qashidah al-Burdah yang dikenal luas oleh umat Islam di hampir penjuru dunia, dan telah dianotasi serta dikaji oleh mungkin ribuan karya dalam berbagai bahasa manusia. Buku ini berusaha merangkai kembali fragmen-fragmen kehidupan Imam al-Bushiri yang tersebar, menempatkannya dalam konteks politik, sosial, dan dunia sufisme yang melingkupi lingkungan tempat ia berkhidmat. Kita akan memahami dunia yang membentuk pengalaman hidup Imam al-Bushiri, pergulatan batin, serta ekspresi kesusastraannya. Qashidah al-Burdah turut dibahas untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam, terutama di tengah beragam penilaian, kritik, dan tuduhan-tuduhan syirik dari sejumlah kalangan muslim (Salafi-Wahhabi) terhadap sebagian ungkapan teologis di dalamnya. Termasuk dalam pembahasan juga adalah upaya untuk mengeksposisikan sedapat mungkin tentang apakah maksud dari mahabbatur Rasul yang diharapkan oleh Imam al-Bushiri tertanam kokoh di kedalaman jiwa kaum muslim hingga ajal menjemput mereka.
| Penulis | : | Muhammad Ali Fakih |
|---|---|---|
| Penerbit | : | DIVA Press |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 170 |