Ulama Perempuan Madura

Rp 80.000
Rp. 64.000

Bagi masyarakat Madura, nyai tidak hanya menjadi simbol keilmuan dan keagamaan, tetapi juga sebagai simbol perlawanan atas berbagai ketidakadilan. Meskipun ketokohannya kerap dianggap tidak sentral di dalam masyarakat patriarki di Madura, ternyata para nyai memiliki peran yang signifikan, yang berhasil melakukan negosiasi sosio-kultural sehingga pengaruhnya melampaui segala asumsi yang mengecilkan eksistensinya.
Itulah sebabnya, masyarakat Madura menempatkan sosok nyai sebagai ulama perempuan dalam berbagai konstruksi, yaitu konstruksi sejarah, agama, sosial, dan budaya. Dalam konstruksi budaya, nyai dipandang ajeg dalam menjaga tradisi. Dalam konstruksi sosial, mereka ditempatkan sebagai sosok karismatik dalam perekat kehidupan sosial. Dalam konstruksi agama, nyai menjadi juru selamat sekaligus motivator dalam beragama, dan dalam konstruksi produk sejarah, nyai merupakan pewaris lembaga keagamaan yang harus dijaga silsilahnya.
Kepatuhan masyarakat Madura terhadap ulama merupakan kepatuhan tulus tanpa syarat, dan berlangsung secara turun-temurun. Mereka memahami tentang arti pengharapan sehingga tidak perlu mempertanyakannya mengapa, kepada siapa, dan untuk apa kepatuhan tersebut dijalankan.

Rincian buku:

Penulis : Hasanatul Jannah
Penerbit : IRCiSoD
Tahun terbit : 2020
ISBN : 9786237378839
Halaman : 344

Buku Terkait


Arum Faiza
Rp 60.000
Rp 48.000

@mroisalmaududy
Rp 68.000
Rp 54.400

Nurul Lathiffah
Rp 65.000
Rp 52.000

El-Salman Ayashi.Rz
Rp 60.000
Rp 48.000

Jingga Gemilang
Rp 70.000
Rp 52.500

Insan Nurrohiem
Rp 45.000
Rp 36.000