Tujuh anak panah yang bersarang tepat di satu titik pada seekor anjing buruan memicu pertikaian dua kesatria pilih tanding di Padepokan Sokalima, pusat penggemblengan ilmu kanuragan asuhan Pandita Durna di tanah Jawa Dwipa. Arjuna, murid kesayangan sang Guru dari trah Pandawa, mendapati kedudukannya tergeser oleh Ekalaya, raja muda Paranggelung di Bumi Nisada yang merantau bersama istrinya, Dewi Anggraheni, demi menguasai ilmu panah tertinggi Sokalima. Kisah ini berubah kelam ketika Pandita Durna, demi menjaga nama besar Sokalima, memaksa cincin Mustika Ampal lepas dari ibu jari Ekalaya dan menyematkannya pada tangan Arjuna. Kehilangan pusaka dan kesaktiannya, Ekalaya tetap memenuhi tantangan perang tanding ketiga di perbatasan Paranggelung, hingga ia dan Dewi Anggraheni moksa dalam cahaya putih di hadapan Aswatama, putra sang Guru yang menyaksikan sendiri akibat kelicikan ayahnya. Kemudian Arjuna memacu kudanya sendirian menembus gelap malam, meninggalkan padang yang kembali sunyi, membawa kemenangan yang justru terasa hampa baginya.
| Penulis | : | Ardian Kresna |
|---|---|---|
| Penerbit | : | DIVA Press |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 168 |