The Book of Tea karya Kakuz? Okakura merupakan sebuah esai filsafat dan kebudayaan yang menggunakan tradisi minum teh di Jepang sebagai pintu masuk untuk menjelaskan pandangan hidup Timur. Okakura menekankan bahwa Teisme (Teaisme) tidak cuma kebiasaan minum teh. Lebih dari itu, ia merupakan suatu filsafat estetika yang menjunjung kesederhanaan, keharmonisan, kerendahan hati, dan kesadaran akan keindahan dalam hal-hal kecil. Melalui upacara teh, manusia seperti diajak untuk hidup selaras dengan alam, menghargai keheningan, serta menemukan makna spiritual dalam tindakan sehari-hari. Buku ini juga mengulas hubungan antara seni, Zen Buddhisme, Taoisme, dan etika Jepang. Okakura menunjukkan bahwa seni Timur tidak melulu mengejar kesempurnaan, tapi justru berfokus pada menerima ketidaksempurnaan sebagai bagian dari keindahan (wabi-sabi). Ruang kosong, kesunyian, dan ketidakterucapan dianggap memiliki nilai estetis yang tinggi. Upacara teh dipandang sebagai penggabungan dari berbagai cabang seni, termasuk arsitektur, keramik, kaligrafi, dan tata taman, yang semuanya diarahkan untuk menciptakan pengalaman kontemplatif dan harmonis.
| Penulis | : | Kakuz? Okakura |
|---|---|---|
| Penerbit | : | basabasi |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 100 |