Waktu tidak selalu meninggalkan jejak pada kalender. Kadang ia menetap di tubuh, rumah, tepian sungai, jalan-jalan kota, secangkir kopi, ruang baca, dan benda-benda sederhana yang kita lewati setiap hari. Dari sanalah puisi-puisi dalam buku ini lahir, merekam ingatan, landskap alam, kritik sosial, ekologi, cinta, kehilangan, spiritualitas, dan pergulatan batin manusia. Setiap puisi membuka ruang untuk berhenti sejenak, mendengar, dan memahami hidup dengan lebih jernih. Melalui bahasa yang puitis dan reflektif, Jejak Waktu yang Nyaris Membisu mengajak pembaca menemukan bahwa hal-hal yang tampak biasa sering kali menyimpan makna yang paling dalam.
| Penulis | : | Fatimah Muhajir |
|---|---|---|
| Penerbit | : | DIVA Press |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 94 |