Kehampaan ditulis sekitar tahun 1330 oleh seorang biksu Buddha, Yoshida Kenk?. Karya ini terdiri dari 243 esai yang saling terkait secara longgar, seringkali terfragmentasi, berfokus pada ketidakabadian dan apresiasi terhadap ketidaksempurnaan (wabi-sabi). Dengan memakai landasan Buddhis, Kenk? berpendapat bahwa segala sesuatu lebih indah ketika tidak dalam kesempurnaan penuh, seperti bulan yang sebagian tertutup awan atau bunga sakura yang berguguran. Kenk? lebih memuji kesederhanaan, hal-hal yang tua dan lapuk, daripada yang baru atau mewah. Ia menekankan secara tersirat tentang nilai-nilai pelepasan diri, sesuatu yang beririsan dengan Stoikisme Barat. Ditulis dengan gaya intuitif dan anekdotal, buku ini menggerakkan pembaca dari refleksi puitis ke kritik tajam, seringkali humoris, terhadap kebodohan manusia hanya dalam beberapa kalimat. Meskipun ditulis pada abad ke-14, kritikus memandang tulisan-tulisan dalam buku ini bersifat kontemporer karena berfokus pada kebiasaan sehari-hari, kecanggungan sosial, dan apresiasi terhadap momen-momen kecil dalam hidup. Esai-esai dalam Kehampaan adalah salah satu dari tiga karya zuihitsu utama dalam sastra Jepang, bersama dengan The Pillow Book dan H?j?ki.
| Penulis | : | Yoshida Kenk? |
|---|---|---|
| Penerbit | : | basabasi |
| Tahun terbit | : | |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 190 |