Di tengah dunia yang semakin cepat, bising, dan penuh lalu-lalang informasi, apa sebenarnya yang membuat manusia bahagia? Pertanyaan sederhana itulah yang menjadi titik berangkat buku ini. Melalui perjalanan imajinatif melintasi Bhutan, menghadiri Ciptagelar, mendatangi suku Baduy, berbaur di ruang-ruang kesenian, hingga merenungi gedung-gedung besar di Jakarta, penulis mengajak pembaca menelusuri berbagai persoalan yang membentuk kehidupan manusia modern: kesehatan mental, media sosial, pendidikan, ketimpangan, kerja, teknologi, dan hubungan kita yang kian renggang dengan alam. Ditulis dengan memadukan esai, catatan perjalanan, kritik sosial, filsafat, sastra, musik, dan fragmen-fragmen personal, buku ini adalah upaya memahami dunia sekaligus memahami diri sendiri. Dari Harari hingga Tagore, dari Jason Hickel hingga Bayo Akomolafe, dari Debussy hingga band indie Hindia, setiap bab membuka jendela baru untuk memandang ulang makna kemajuan, kebebasan, cinta, kebahagiaan, dan masa depan. Sebuah buku tentang pencarian arah hidup di zaman yang kehilangan banyak kompas, tetapi masih menyisakan kunang-kunang kecil yang berkedip di tengah gelap.
| Penulis | : | Diwan Masnawi |
|---|---|---|
| Penerbit | : | basabasi |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 302 |