Jauh sebelum kita mengenal Neverland, ada Peter Pan—seorang anak laki-laki yang menolak tumbuh dewasa. Pertama kali hadir di panggung teater pada 1904, lalu diadaptasi menjadi novel pada 1911, Peter Pan karya J. M. Barrie telah menjadi salah satu kisah paling abadi tentang masa kanak-kanak, imajinasi, dan petualangan. Pada suatu malam, Peter Pan terbang ke kamar tidur Wendy Darling beserta kedua adiknya, John dan Michael, lalu membawa mereka ke sebuah pulau ajaib bernama Neverland. Di sana, mereka bertemu dengan Anak-Anak yang Hilang, putri-putri duyung yang misterius, peri-peri jahil, serta Kapten Hook yang menakutkan beserta gerombolan bajak lautnya. Apa yang bermula sebagai sebuah pelarian yang menyenangkan segera berubah menjadi petualangan berbahaya, saat keberanian, kesetiaan, dan kecerdikan mereka diuji. Namun, di balik keajaiban dan petualangan yang mendebarkan itu, tersimpan kisah yang jauh lebih menyentuh: pahit-manisnya peralihan dari masa kanak-kanak menuju kedewasaan. Melalui Peter, Wendy, dan dunia Neverland yang tak terlupakan, Barrie menjelajahi hasrat untuk tetap muda selamanya—sekaligus kerinduan yang tak terelakkan untuk tumbuh dewasa. Peter dan Wendy bukan hanya sebuah petualangan yang tak lekang oleh waktu, tetapi juga perenungan mendalam tentang masa kanak-kanak, kenangan, cinta, dan perjalanan waktu.
| Penulis | : | J.M Barrie |
|---|---|---|
| Penerbit | : | DIVA Press |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 238 |