Di Antwerp, Thomas More, utusan Inggris yang berunding soal perdagangan wol, bertemu sahabatnya, Peter Giles, yang memperkenalkannya kepada Raphael Hythloday, pengembara berjanggut panjang yang pernah berlayar bersama Amerigo Vespucci dan menetap lima tahun di sebuah pulau terpencil yang misterius bernama Utopia. Di kebun rumah More, Raphael mengisahkan bagaimana peternakan domba mengusir petani Inggris dari tanahnya dan bagaimana pencuri kelas teri dihukum gantung, sebelum menuntun kedua sahabatnya menyusuri Kota Amaurot yang berdiri di tepi Sungai Anider. Di kota itu, warga bekerja hanya enam jam sehari, mengambil kebutuhan dari balai bersama tanpa kepemilikan pribadi, sementara emas dipakai untuk membelenggu budak dan menghias pispot sebagai olok-olok bagi keserakahan. Toleransi beragama dipegang teguh, dan waktu luang warga digunakan untuk menekuni ilmu. Novel ini menyuguhkan potret masyarakat tanpa uang sebagai sindiran atas keserakahan Eropa abad keenam belas, sekaligus paradoks yang hingga kini memantik perdebatan tentang mungkin tidaknya kesetaraan seperti itu terwujud tanpa mengorbankan kebebasan perseorangan.
| Penulis | : | Thomas More |
|---|---|---|
| Penerbit | : | DIVA Press |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 192 |