Apa yang tersisa Dari percintaan kita? Setelah seluruh luruh Sukma kau aku dibasuh * Kita tidak sedang memperdebatkan, lebih dulu mana antara cinta dan pengetahuan. Bagi Erich Fromm yang sesungguhnya jauh hari sebelumnya sudah diungkap oleh Imam al-Ghazali di dalam Ihya’ ‘ulumuddin, memang cinta selalu didahului oleh pengetahuan sebab bagi mereka, “Tak kenal, maka tak sayang”. Tetapi, bagi Rabi’ah al-Adawiyah kemudian Jalaluddin Rumi, cinta itu sendiri bisa menggiring manusia untuk cerdas, untuk mengetahui, dan semua itu berlangsung tanpa beban sebab sebagaimana kau, kekasih, telah mencurahkan cintamu kepadaku dan karenanya membukakan kesadaran kemanusiaanku untuk ini atau untuk itu demi menyenangkan hatimu, dan tanpa terasa aku telah didekap oleh pengetahuan-pengetahuan yang melingkungi kehidupan kita. “Aku cinta, maka aku ada”. “Aku cinta, maka aku berpengetahuan.” Abdul Wachid B.S.
Penulis | : | Abdul Wachid B.S. |
---|---|---|
Penerbit | : | BASABASI |
Tahun terbit | : | 2022 |
ISBN | : | 978-623-305-299-3 |
Halaman | : | 102 |