Severity: Warning
Message: fopen(/var/www/html/divapress/sessions/ci_sessiontl3hgkdsuqubb9uq1k46kg8tv7bikifq): failed to open stream: No space left on device
Filename: drivers/Session_files_driver.php
Line Number: 172
Backtrace:
File: /var/www/html/divapress/Apps/controllers/Portal.php
Line: 8
Function: __construct
File: /var/www/html/divapress/index.php
Line: 316
Function: require_once
Severity: Warning
Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /var/www/html/divapress/sessions)
Filename: Session/Session.php
Line Number: 143
Backtrace:
File: /var/www/html/divapress/Apps/controllers/Portal.php
Line: 8
Function: __construct
File: /var/www/html/divapress/index.php
Line: 316
Function: require_once
Antareja dan Antasena mati karena tipu muslihat Kresna. Kresna telah menjadikan mereka tumbal bagi kemenangan Pandawa atas Baratayuda. Jalan kematian Antareja adalah sebuah pengorbanan. Pengorbanan yang sama juga dialami oleh Kresna atas fitnah yang diterimanya. Dan Antasena… mungkin sampai sekarang dia masih menjalani hidupnya. Walau bukan lagi berwujud sebagai manusia. Antareja adalah putera sulung ksatria Pandawa, Raden Bima. Dia adalah anak tunggal Dewi Nagagini, puteri dewa bangsa manusia-ular Sang Hyang Antaboga. Tokoh Antareja ini tidak ada pada pertama kali dituliskannya kisah Mahabarata dalam versi India. Dalam versi Jawa, tokoh ini hanya sekilas muncul sebagai tokoh tanpa tanding, pendiam dan penyendiri. Kematiannya adalah sebuah kontroversi akibat siasat Baginda Sri Kresna dalam rangka menjauhkan keterlibatan Antareja dalam perang Baratayuda. Antasena hanya muncul dalam wayang carangan versi Jawa Yogyakarta. Dia adalah putra bungsu Raden Bima hasil perkawinannya dengan puteri penguasa bangsa Samudra Batara Baruna, Dewi Urang Ayu. Antasena adalah tokoh yang unik, secara fisik mirip Antareja, bedanya kulit Antasena bersisik kemerahan, sementara kulit Antareja bersisik kehijauan. Tidak begitu peduli terhadap sopan santun dan tata krama. Walaupun tidak pernah diceritakan kesaktiannya, tapi dia dipercaya bisa membuat apa pun yang dia mau menjadi kenyataan. Baginda Sri Kresna juga mendapat mandat dari pimpinan bangsa Dewa, Sang Hyang Guru agar Antasena tidak ikut dalam perang Baratayuda.
| Penulis | : | Pitoyo Amrih |
|---|---|---|
| Penerbit | : | DIVA Press |
| Tahun terbit | : | 2025 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 308 |