Inferno, yang mengambil latar pertengahan 1890-an, adalah kisah semi-autobiografi tentang kehancuran psikologis dan spiritual August Strindberg. Narasi buku ini mengikuti seorang narator tanpa nama, yang jelas didasarkan pada Strindberg sendiri. Tokoh utama dalam buku ini meninggalkan dunia sastra untuk mengejar eksperimen ilmiah dan alkimia, dan akhirnya meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia telah menemukan karbon dalam belerang. "Keberhasilan" ilmiah ini memicu paranoia yang hebat. Ia takut rahasianya akan dicuri terutama oleh seorang mantan rekan senegaranya, Popoffsky. Dalam benak tokoh utama, Popoffsky sedang berusaha membunuhnya dengan "mesin neraka", perangkat listrik yang konon sedang dibangun di atas kamarnya untuk meracuni atau menyetrumnya. Strindberg melukiskan gambaran yang jelas dan mengerikan tentang kemerosotan psikologisnya sendiri. Ia percaya bahwa ia diserang oleh "mesin neraka" yang dioperasikan oleh Popoffsky. Meskipun didasarkan pada sebuah buku harian, novel ini menggabungkan realitas dengan delusi, memberikan pengalaman subjektif yang intens tentang skizofrenia dan kegilaan religius. Prosa ini terkenal karena kejujurannya yang brutal dan fokusnya yang intens pada siksaan psikologis.
| Penulis | : | August Strindberg |
|---|---|---|
| Penerbit | : | basabasi |
| Tahun terbit | : | 2026 |
| ISBN | : | - |
| Halaman | : | 232 |